APRESIASI DAN KRITIK SASTRA ‘Bacakan Saya Satu Cerita’

Sastra boleh dibaca, dinikmati, dan diapresiasi. Kesusastraan dapat dipelajari secara umum melalui studi prinsip, kategori, dan kriteria dan disebut sebagai teori sastra atau secara khusus melalui telaah langsung karya sastra yang disebut kritik sastra dan sejarah sastra (Wellek dan Warren, 1995: 4, 38). Makalah singkat ini  mencoba untuk menelaah dan menilai  atau memberikan apresiasi dan kritik terhadap tiga petikan cerita  dari Bacakan Saya Satu Cerita yang disusun oleh Rafiza bt. Ab. Rahman dan Alif Firdaus Aziz (2008). Kritikus sastra yang baik selain menggunakan metode teoritis juga dapat menciptakan metodenya sendirindalam proses menulis kritik sastra, karena kritik sastra itu bersifat kreatif dan inspiratif (Darma, 2007: 110, 114).

Dalam sastra terungkap hakikat pandangan manusia terhadap eksistensinya, dan dalam teori sastra terungkap hakikat ideologi mengenai kemanusiaan yang dianut dalam masyarakat yang bersangkutan. Diskusi tentang masalah sastra atau karya satra sering langsung berkaitan dengan masalah eksistensi manusia dan situasi dan kondisinya dalam masyarakat serta dengan keyakinannya yang paling mendasar (Teeuw, 1984: 10). Hal ini tergambar dalam tiga petikan cerita tersebut. Cerita-cerita ini merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan yang berlaku di dalam masyarakat serta bagaimana cara memberikan pemahaman dan menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi penerusnya. Berikut ini hasil telaahnya:

A.     Cerita pertama karangan Kusyi Hirdan (hlm.40) mencitrakan ideologi tentang nilai kemanusiaan yang dianut masyarakatnya, yaitu penghargaan terhadap sesama makhluk Tuhan, tidak membeda-bedakannya meskipun secara fisik ukurannya sangat kecil, seperti dalam petikan berikut ini:

Dia tidak mahu Amir masalah makhluk-makhluk lain (baris ke-8)

Cerita ini juga menggambarkan bagaimana cara memahamkan nilai tersebut kepada anak-anak sebagaimana yang terdapat dalam kutipan berikut ini:

“Yaah, ibu,” Amir ketawa, mulai memamahami masalah yang dihadapi oleh si badak (baris ke-9)

B.     Cerita kedua karangan Kusyi Hirdan (hlm. 61) juga menggambarkan hal yang sama namun dengan nilai kemanusiaan yang berbeda, yaitu nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang dimanifestasikan dalam peribadatan, dalam hal ini adalah ibadah shalat, seperti dalam petikan berikut ini:

“Jadi apa bezanya manusia menunaikan solat tiap hari, lima kali sehari dengan jumlah yang kita makan setiap hari itu?” Comel berfikir dan akhirnya mengangguk.

Dia mulai faham kewajiban yang perlu dilakukan manusia kepada Penciptannya. (baris ke-9 – 11).

C.     Cerita ketiga karangan Sophia Qistina (hlm. 76) merefleksikan nilai kemasyarakatan dan juga, yaitu kegunaan internet dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang terdapat dalam petikan berikut ini:

“Tidak sia-sia ayah melanggan internet! Sekarang kita semua kena praktikcara tidur betul, okey?” Kata-kata disambut ketawa seluruh ahli keluarganya (baris ke-9-10).

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ketiga cerita di atas menggambarkan bagaimana nilai-nilai kemasyarakatan dan kemanusiaan yang berlaku ditanamkan pada generasi muda. Cara-cara yang dilakukan adalah secara tidak langsung, yaitu dengan perumpamaan (Cerita I dan II) dan belajar untuk menemukan sendiri (discovery learning).

LAMPIRAN:

SOAL

Tiga petikan cerita di bawah ini dikutip dari Bacakan Saya Satu Cerita yang disusun oleh Rafiza bt. Ab. Rahman & Alif Firdaus Aziz terbitan 2008 (cetakan kedua) dari PTS ONE Snd. Bhd. Selangor. Cermati dan buatlah apresiasi/kritik: pertama, bagi masing-masing kutipan, dan kedua, simpulan apa yang dapat Anda munculkan dari ketiga-tiganya?

1.                              “Amir pernah lihat badak sumbu di zoo. Badak asyik berkubang saja, ibu…”

“Mestilah. Dia berkubang ataupun mandi Lumpur bagi menyejukkan badannya. Juga menghindari gigitan serangga.”

“Badan sahaja besar, tapi takutkan serangga!” Amir hairan dengan ukuran badan yang begitu besar, badak tetap takutkan serangga yang sangat kecil.

“Badak pun seperti manusia juga, runsingkan nyamuk dan lalat. Sekiranya nyamuk dan lalat kerumun atas kepala kamu, kamu runsing, bukan?” Ibu Amir menduga anaknya. Dia tidak mahu Amir memperkecilkan masalah makhluk-makhluk lain.

“Yalah, ibu,” Amir ketawa, mulai memahami masalah yang dihadapi oleh si badak.

(Kusyi Hirdan, halaman 40)

2.                  “Comel, bagaimana kamu boleh kata solat itu menyusahkan sedangkan kamu juga makan setiap hari.”

“Tetapi ibu, itu berbeza!”

“Tidak ada bezanya. Dalam sehari kamu makan lima ataupun enam kali. Perkara itu berulang setiap hari pula?” Comel terdiam mendengar perbandingan yang dibuat ibunya. “Apa kata sekiranya Comel makan seminggu sekali ataupun sebulan sekali?” Tanya ibunya lagi.

“Nanti saya laparlah, ibu…”

“Jadi apa bezanya manusia menunaikan solat setiap hari, lima kali sehari dengan jumlah yang kita makan setia hari itu?” Comel berfikir dan akhinya mengangguk. Dia mulai faham kewajipan yang perlu dilakukan manusia kepada PenciptaNya.

(Kusyi Hirdan, halaman 61)

3.                              “Mana kakak tahu berkenaan semua ini?” ujar Hilmi pula.

“Kakak layari internet,” jawab Liyana ringkas.

“Tadi Liyana terangkan cara-cara yang tidak betul. Sekarang cuba beritahu cara tidur yang betul pula,” kata mama pula.

Sebenarnya kita patut tidur mengiring ke kanan. Tidur mengiring dapat merehatkan otot-otot badan. Apabila otot semua sudah relaks, kita dapat berehat secukupnya bagi menghilangkan kepenetan. Jangan pula mengiring ke kiri, sebab nanti jantung pula mendapat tekanan dan seterusnya menganggu peredaran darah.”

“Tidak sia-sia ayah melanggan internet! Sekarang kita semua kena praktik cara tidur betul, okey?” Kata-kata ayah disambut ketawa seluruh ahli keluarganya.

(Sophia Qistina, halaman 76)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: