Kajian Morfologi

MORFOLOGI

Untuk mencari morfem-morfem yang terdapat di dalam kata-kata dari bahasa Taka Wurje Timur, maka kata-kata tersebut akan kami kelompokkan sebagai berikut:

(1) bubuni ‘penglihat’ cucumpa ‘penyerap’ gagarsu ‘pembicara’ gugulana ‘penjual’ kakareng ‘pendengar’ lilimaja ‘pembaca’ papancu ‘penyerang’ sisingku ‘penulis’ tatambir ‘pembeli’ fafaktul ‘pendepak’

Dari kelompok ini kami menemukan adanya pengulangan atau reduplikasi suku kata pertama dari morfem dasar dari kata-kata tersebut, namun hanya fonem pertama dan kedua, misalnya ‘bubuni’, ‘cucumpa’, ‘gagarsu’, dan sebagainya. Dengan demikian, kami menemukan bahwa setiap kata tersebut memiliki dua morfem, yaitu {pengulangan suku pertama–/–} dan morfem dasarnya. Makna pengulangan suku kata ini sama dengan makna {pen-} dalam bahasa Indonesia.

Morfem-morfem dasar dari kata-kata tersebut merupakan verba-verba, yaitu:

- buni lihat’

- cumpa ‘serap’

- garsu ‘bicara’

- gulana ‘jual’

- kareng dengar’

- limaja baca’

- pancu ‘serang’

- singku ‘tulis’

- tambir ‘beli’

- faktul ‘depak’

(2) bituni ‘terlihat’

citumpa ‘terserap’

fitaktul ‘terdepak’

gitulana ‘terjual’

kitareng ‘terdengar’

litimaja ‘terbaca’

nitikung ‘terjatuh’

pitancu terserang’

sitingku ‘tertulis’

titambir ‘terbeli’

Berdasarkan pengelompokan ini, kami menyimpulkan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa sisipan {-it-} yang diletakkan setelah fonem pertama kata tersebut dan bermakna sama dengan {ter-} dalam bahasa Indonesia. Di samping itu, terdapat satu morfem bebas yang berupa verba yang belum kami masukkan dalam kumpulan verba-verba di atas, yaitu

nikung ‘jatuh’

(3) gumbuni ‘melihat’

gulimaja ‘membaca’

gumancu menyerang’

gumfaktul mendepak’

gunambir ‘membeli’

guncumpa menyerap’

gungareng ‘mendengar’

gunggulana’menjual’

gunjamil mencoba’

gunyingku menulis’

Dari pengelompokan di atas, kami menyimpulkan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa awalan {gun-} dan bermakna sama dengan {men-} dalam bahasa Indonesia.

(4) imbuni ‘dilihat’

ilimaja dibaca’

imancu ‘diserang’

imfaktul didepak’

inambir ‘dibeli’

incumpa ‘diserap’

inggulana dijual’

injamil dicoba’

inyingku ‘ditulis’

Dari data di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa awalan {in-} dan bermakna sama dengan {di-} dalam bahasa Indonesia.

(5) tabunije ‘kelihatan’

tanikungje ‘kejatuhan’

Dari data di atas, kami menyimpulkan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa gabungan awalan dan akhiran {ta–/–je} dan bermakna sama dengan {ke-an} dalam bahasa Indonesia.

(6) gambunijim ‘memperlihatkan’

gangarengjim memperdengarkan’

ganggulanajim memperjualkan’

ganikungjim memperjatuhkan’

ganjamiljim mempercobakan’

Dari data di atas, kami menyimpulkan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa gabungan awalan dan akhiran {gan–/–jim} dan bermakna sama dengan {memper-kan} dalam bahasa Indonesia.

(7) ambunijim ‘diperlihatkan’

angarengjim ‘diperdengarkan’

anggulanajim diperjualkan’

anikungjim ‘diperjatuhkan

anjamiljim dipercobakan’

Dari data di atas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa gabungan awalan dan akhiran {an–/–jim} dan bermakna sama dengan {diper-kan} dalam bahasa Indonesia.

(8) gulimajajim membacakan’

gunambirjim membelikan’

gungarengjim ‘mendengarkan’

gunggarsujim ‘membicarakan’

gunggulanajim ‘menjualkan’

gunikungjim ‘menjatuhkan’

gunjamiljim mencobakan’

gunyingkujim ‘menuliskan’

Dari data di atas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa gabungan awalan dan akhiran {gun–/–jim} dan bermakna sama dengan {me-kan} dalam bahasa Indonesia.

(9) bunijim ‘lihatkan’

garsujim bicarakan’

gulanajim ‘jualkan’

jamiljim cobakan’

singkujim tuliskan’

tambirjim belikan’

Dari data di atas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa akhiran {–/–jim} dan bermakna sama dengan {-kan} dalam bahasa Indonesia.

(10) banunije penglihatan’

ganarsuje ‘pembicaraan’

ganulanaje penjualan’

janamilje pencobaan’

saningkuje penulisan;

tanambirje pembelian’

Dari data di atas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa gabungan sisipan dan akhiran {–an–jim} dan bermakna sama dengan {pe-an} dalam bahasa Indonesia.

(11) cumpaje serapan’

gulanaje jualan’

jamilje cobaan’

limajaje bacaan’

pancuje serangan’

singkuje tulisan’

Dari data di atas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa akhiran {–/–je} dan bermakna sama dengan {-an} dalam bahasa Indonesia.

(12) ilimajajim dibacakan’

inambirjim dibelikan’

ingarengjim didengarkan’

inggarsujim dibicarakan’

inggulanajim dijualkan’

inikungjim dijatuhkan’

injamiljim dicobakan’

inyingkujim dituliskan’

Dari data di atas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa setiap kata dalam kumpulan tersebut terdapat suatu morfem terikat berupa gabungan awalan dan akhiran {in–/–jim} dan bermakna sama dengan {di-kan} dalam bahasa Indonesia.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, morfem-morfem yang terdapat di dalam data bahasa Tata Wurje Timur disajikan dalam tabel berikut:


No

Morfem dalam

bahasa Taka Wurje Timur

Jenis morfem

(bebas/terikat)

Makna/

Arti dalam

Bahasa Indonesia

1

buni

bebas

lihat’

2

cumpa

bebas

‘serap’

3

garsu

bebas

‘bicara’

4

gulana

bebas

‘jual’

5

kareng

bebas

dengar’

6

limaja

bebas

baca’

7

pancu

bebas

‘serang’

8

singku

bebas

‘tulis’

9

tambir

bebas

‘beli’

10

faktul

bebas

‘depak’

11

pengulangan suku kata pertama (fonem pertama dan kedua)

terikat

{pen-}

12

sisipan {-it-} yang diletakkan setelah fonem pertama kata tersebut

terikat

{ter-}

13

nikung

bebas

‘jatuh’

14

awalan {gun-}

terikat

{men-}

15

awalan {in-}

terikat

{di-}

16

gabungan awalan dan akhiran {ta–/–je}

terikat

{ke-an}

17

gabungan awalan dan akhiran {gan–/–jim}

terikat

{memper-kan}

18

gabungan awalan dan akhiran {an–/–jim}

terikat

{diper-kan}

19

gabungan awalan dan akhiran {gun–/–jim}

terikat

{me-kan}

20

gabungan awalan dan akhiran {in–/–jim}

terikat

{di-kan}

21

akhiran {–/–jim}

terikat

{-kan}

22

gabungan sisipan dan akhiran {–an–jim}

{pe-an}

23

akhiran {–/–je}

terikat

{-an}

DAFTAR PUSTAKA

Nida, Eugene A. 1963. Morphology: The Descriptive Analysis of Words: Second Edition. Michigan: The University of Michigan Press.

Verhaar, J. W. M. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarya: Gajah MAda University Press.

About these ads
Explore posts in the same categories: Bahasa

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: